
KLIK-INFO, BANJARMASIN — Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di wilayah Kalimantan Selatan, efektif mulai Rabu, 10 Juni 2026, pukul 00.00 WITA.
Penyesuaian harga yang signifikan ini berdampak langsung pada dua jenis BBM, yaitu Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95). Kenaikan ini terekam dalam update resmi Pertamina Area Kalimantan Selatan per 10 Juni 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun tim klik-info.com, harga Pertamax (RON 92) melonjak tajam dari harga sebelumnya Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Ini merupakan kenaikan tertinggi mencapai 32,11% atau naik sebesar Rp 3.950 per liter.
Kenaikan signifikan juga dialami oleh Pertamax Green (RON 95), yang harganya disesuaikan menjadi Rp 17.000 per liter dari harga sebelumnya Rp 12.900 per liter. Penyesuaian ini mencatatkan kenaikan sebesar 31,78% atau Rp 4.100 per liter.
Pertamax Turbo (RON 98) juga tidak luput dari penyesuaian, harganya naik menjadi Rp 20.750 per liter dari harga lama Rp 16.500 per liter, atau naik sebesar Rp 4.250 per liter (+25,76%).
Jenis BBM Harga Lama (per 10 Juni) Harga Baru (per 10 Juni) Kenaikan % Kenaikan
Meski sejumlah harga BBM non-subsidi naik drastis, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) dan Solar tetap dipertahankan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas sektor transportasi.
Harga Pertalite (Subsidi) tetap bertahan di angka Rp 10.000 per liter, dan Bio Solar (Subsidi) tetap di Rp 6.800 per liter.
Kabar baik lainnya, jenis BBM Dexlite (CN 51) justru mengalami penurunan harga menjadi Rp 13.200 per liter dari harga lama Rp 13.950 per liter, turun sebesar Rp 750 per liter (-5,38%). Penurunan harga juga dialami Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp 13.850 per liter dari harga lama Rp 14.650 per liter, atau turun Rp 800 per liter (-5,46%).
Jenis BBM Harga Lama (per 10 Juni) Harga Baru (per 10 Juni) Perubahan Status
Pihak Pertamina menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan langkah berkala sesuai mekanisme yang berlaku, dengan tetap memperhatikan kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat.
Faktor utama yang mendorong penyesuaian harga ini adalah kenaikan harga minyak mentah dunia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dan penyesuaian formula harga BBM non-subsidi yang mengikuti tren harga rata-rata di pasar regional.
Dampak Utama yang Dikhawatirkan:
Melalui update resminya, Pertamina Area Kalimantan Selatan tetap memberikan komitmen pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pertamina Kalsel memastikan distribusi BBM bersubsidi akan terus berjalan lancar dan tepat sasaran.
Masyarakat Kalimantan Selatan dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai harga BBM terbaru melalui saluran resmi Pertamina atau aplikasi resmi yang tersedia. Pertamina Kalsel juga menghimbau masyarakat untuk tetap menggunakan BBM bersubsidi secara bijak.
Sumber: KOMPAS.com | Pertamina Patra Niaga Area Kalsel (10 Juni 2026)
Tidak ada komentar