Tanggap Bencana Sejak Dini, Pelajar Lintas Sekolah Ikuti Simulasi Potensi SAR 2026 di Kotabaru

Klik-info
23 Mei 2026 11:21
2 menit membaca

KLIK-INFO, KOTABARU – Guna membentuk generasi muda yang tangguh, tanggap, dan siap siaga menghadapi ancaman bencana alam, SMK Islam Al Buchori Kotabaru menggelar kegiatan Simulasi Potensi SAR 2026 tingkat SLTP dan SLTA sederajat, Sabtu (23/06/2026).

Kegiatan edukatif yang berfokus pada misi kemanusiaan ini di bawah binaan langsung dari Pos SAR Kotabaru (Basarnas).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan strategis, di antaranya Kepala SMK Islam Al Buchori, Kepala SMP Islam Darul Falah, perwakilan Polres Kotabaru, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kotabaru, serta jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kotabaru.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Giovani Pernanda, menjelaskan bahwa agenda besar di tahun 2026 ini sengaja dirancang untuk merangkul para pelajar di Kabupaten Kotabaru agar lebih melek terhadap dunia Search and Rescue (SAR).

Antusiasme peserta begitu tinggi, di mana kegiatan ini sukses melibatkan perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di tingkat SLTP hingga SLTA sederajat yang ada di wilayah Kotabaru.

“Kegiatan yang diselenggarakan oleh SMK Islam Al Buchori Kotabaru ini bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antar-pelajar, sekaligus memberikan edukasi krusial mengenai pentingnya pengetahuan SAR dan rescue bagi adik-adik tingkat SMP maupun SMA,” ujar Muhammad Giovani Pernanda, usai kegiatan.

Sebagai pemikat dan sarana pembelajaran visual, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan simulasi pencarian dan pertolongan (SAR) yang dibawakan secara apik dan cekatan oleh para siswa dari SMK Islam Al Buchori Kotabaru.

Sementara itu, Kepala Pos SAR Kotabaru, Adi Maulana, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif sektor pendidikan dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan dan kebencanaan.

Ia berharap simulasi ini tidak sekadar menjadi tontonan, melainkan modal berharga bagi siswa dalam menghadapi situasi darurat di dunia nyata.

“Kami berharap adik-adik semua dapat memahami langkah-langkah penyelamatan diri dengan baik. Melalui kegiatan ini, mari kita tanamkan prinsip bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Adi Maulana saat wawancara.

Adi menambahkan, bekal ilmu yang didapatkan para siswa hari ini diharapkan mampu melahirkan multiplier effect (efek domino) yang positif bagi ketahanan bencana di lingkup terkecil.

“Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh hari ini dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Kami dari Basarnas, khususnya Pos SAR Kotabaru, sangat mendukung kegiatan edukasi kemanusiaan ini demi terciptanya masyarakat yang tanggap dan siap siaga terhadap bencana,” pungkasnya.

Simulasi ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama seluru panitia dan peserta.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *