Kementrans Buka Rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya

Klik-info
12 Mei 2026 05:43
2 menit membaca

KLIK-INFO, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi membuka rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 mulai 1 hingga 21 Mei 2026.

Program ini menjadi bagian dari upaya transformasi kawasan transmigrasi melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul dan aksi nyata di lapangan.

Berdasarkan informasi dari akun resmi Instagram Kementerian Transmigrasi RI⁠, tahun ini Tim Ekspedisi Patriot akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, termasuk wilayah prioritas nasional di Papua dan Non-Papua.

Lebih lanjut, Program TEP 2026 tidak hanya fokus pada pemetaan kawasan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, pendampingan ekonomi lokal, hingga pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan akses air bersih.

Kementrans menyebut, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot selama ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan menjadi simbol nyata kehadiran negara di kawasan transmigrasi.

Program ini terbuka bagi lulusan perguruan tinggi minimal D4/S1 dari berbagai disiplin ilmu. Rekrutmen dilakukan secara inklusif dan kolaboratif untuk menjaring generasi muda yang siap terjun langsung ke lapangan.

Dalam pelaksanaannya, TEP 2026 menargetkan sebanyak 1.458 personel yang akan tergabung dalam 243 tim bersama berbagai kampus mitra di Indonesia.

Selain melakukan pendampingan masyarakat, para peserta juga akan menjalankan feasibility study (FS) sebagai tindak lanjut dari riset Tim Ekspedisi Patriot sebelumnya.

Tahap penyiapan program meliputi:

  • 1–21 Mei 2026: Pendaftaran anggota TEP 2026
  • 1–9 Mei 2026: Pengajuan abstrak calon Ketua TEP
  • 11 Mei 2026: Pengumuman lolos abstrak
  • 11–18 Mei 2026: Pengajuan proposal calon Ketua TEP

Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi:

Portal Resmi Tim Ekspedisi Patriot 2026⁠

Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, berjiwa sosial, serta mampu mendorong percepatan pembangunan di kawasan transmigrasi Indonesia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *