Hj. Suwanti Buka Festival KORMI Kotabaru, 14 Olahraga Tradisional Dipertandingkan

Klik-info
10 Okt 2026 18:20
Daerah 0
2 menit membaca

KLIK-INFO, KOTABARU — Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Hj. Suwanti, membuka KORMI Kotabaru Sport Festival 2026 di Desa Langkang, Kecamatan Pulau Laut Timur, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Kotabaru ini diikuti sekitar 1.200 peserta dari seluruh desa di Kecamatan Pulau Laut Timur.

Festival dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) tersebut mempertandingkan 14 cabang olahraga tradisional dan rekreasi, yakni bakiak, hadang, bola sundul, panco, lari balok, egrang, ketapel, gebuk bantal, badaku, halma, gasing, domino, tarik tambang antardesa, dan balogo.

Hj. Suwanti mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut karena dinilai mampu menghidupkan kembali olahraga tradisional sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

“Melalui kegiatan KORMI Kotabaru Sport Festival ini, kita berharap olahraga semakin tumbuh di Kecamatan Pulau Laut Timur. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana membentuk karakter anak-anak di tengah perkembangan teknologi digital,” ujar Suwanti.

Menurutnya, olahraga tradisional perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka tidak hanya terpaku pada penggunaan gawai, tetapi juga aktif bergerak, berinteraksi, dan belajar menjunjung sportivitas.

Suwanti juga berharap festival tersebut dapat menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat melalui berbagai perlombaan dan hadiah yang disediakan.

“Harapan kita, kegiatan ini bisa memberikan kebahagiaan kepada masyarakat. Ke depan, mudah-mudahan pelaksanaannya semakin meriah dan semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi,” katanya.

Ia menyebutkan, antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.200 orang dari seluruh desa di Kecamatan Pulau Laut Timur.

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Kotabaru, Drs. Sugiyanto, mengatakan KORMI Kotabaru Sport Festival 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga yang dilaksanakan pihaknya.

“Kegiatan ini selain bertujuan mencari bibit-bibit potensial, juga untuk mengenalkan pentingnya olahraga kepada masyarakat. Melalui festival ini, kita juga ingin melestarikan olahraga tradisional,” ujar Sugiyanto.

Menurutnya , pelestarian olahraga tradisional menjadi perhatian penting agar permainan rakyat tidak semakin tergeser oleh perkembangan teknologi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *