
KLIK-INFO, JAKARTA — Kabar segar bagi para pemburu dividen di pasar modal. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Perseroan/INTP) yang digelar di Jakarta pada Kamis (21/5/2026) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1,54 triliun atau setara dengan Rp468 per lembar saham untuk tahun buku 2025.
Total dividen senilai Rp1.536.782.925.132 tersebut diambil dari perolehan laba bersih tahun berjalan tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang mencapai Rp2,24 triliun.
Adapun sisa laba bersih setelah pembagian dividen akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.
Catatan Penting Investor, emiten produsen Semen Tiga Roda ini menegaskan bahwa perhitungan dividen per saham tersebut tidak memperhitungkan jumlah saham treasury (saham yang dikuasai kembali oleh Perseroan).
Bagi Anda investor yang mengincar keuntungan dari dividen ini, berikut adalah jadwal resmi yang wajib dicatat agar tidak terlewat masa cum dividend:
Mekanisme pemotongan pajak atas dividen tunai ini akan diberlakukan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku di Indonesia.
Tidak hanya memanjakan pemegang saham lewat dividen, Indocement juga tancap gas melakukan aksi korporasi strategis. Lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan di hari yang sama, Perseroan mendapat lampu hijau untuk melakukan penarikan kembali sebagian saham hasil buyback periode 2021 dan 2022.
Langkah ini dilakukan melalui pengurangan modal ditempatkan dan disetor sebanyak 84.529.400 lembar saham, sehingga modal ditempatkan serta disetor Indocement kini terkoreksi menjadi Rp1.715.536.699.500.
Selain pengurangan modal, manajemen INTP siap menggelontorkan dana jumbo untuk aksi buyback saham baru.
“RUPSLB menyetujui Pembelian Kembali Saham Perseroan dengan biaya sebanyak-banyaknya Rp750.000.000.000 yang akan dimulai dari 22 Mei 2026 sampai dengan 21 Mei 2027,” tulis manajemen Indocement dalam keterangan resminya.
Sisi menarik lainnya dari keputusan RUPS kali ini adalah terjadinya penyegaran di kursi pengurus perseroan. Pemegang saham menyetujui pengangkatan Jose Maria Magrina Vadillo sebagai Wakil Direktur Utama baru yang akan efektif menjabat mulai 1 September 2026.
Di jajaran Direksi, RUPS juga menerima pengunduran diri Hasan Imer dan menunjuk Benny Setiawan Santoso untuk mengisi sisa masa jabatan yang ditinggalkan. Sementara itu, posisi Komisaris Utama kembali dipercayakan kepada Roberto Callieri.
Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi luar biasa Hasan Imer yang telah mengabdi sejak tahun 2008.
“Di bawah kepemimpinan beliau, berbagai inisiatif strategis berhasil diwujudkan, termasuk pembangunan Plant 14, peningkatan kapasitas produksi di Cirebon dan Citeureup, peluncuran Semen Rajawali dan Mortar Tiga Roda, serta integrasi produk semen Bosowa dan Grobogan,” pungkah Christian.
Berikut adalah susunan resmi Dewan Komisaris dan Direksi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. yang akan efektif per 1 September 2026:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Robert Callieri
Wakil Komisaris Utama / Komisaris Independen: Tedy Djuhar
Wakil Komisaris Utama / Komisaris Independen: Simon Subrata
Komisaris Independen: Franciscus Welirang
Komisaris: Juan Francisco Defalque
Komisaris: René Samir Aldach
Komisaris: Suharso Monoarfa
Direksi
Direktur Utama: Christian Kartawijaya
Wakil Direktur Utama: Jose Maria Magrina Vadillo (Efektif 1 September 2026)
Direktur: Troy Dartojo Soputro
Direktur: Oey Marcos
Direktur: Holger Mørch
Direktur: Sunnira Ly
Direktur: Benny S. Santoso
Tidak ada komentar