PT Pelsart Tambang Kencana dan PGRI Perkuat Kompetensi Guru di Sungai Durian dan Pamukan Barat

Klik-info
31 Jul 2026 15:31
3 menit membaca

KLIK-INFO, KOTABARU – Sebanyak 70 guru tingkat SD dan SMP dari Kecamatan Sungai Durian dan Kecamatan Pamukan Barat, Kabupaten Kotabaru, mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas tenaga pendidik yang diselenggarakan melalui kolaborasi PT Pelsart Tambang Kencana bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Sungai Durian dan PGRI Kecamatan Pamukan Barat.

Program yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Juli 2026, di SMP Negeri 3 Sungai Durian ini menjadi kolaborasi perdana antara PGRI Kabupaten Kotabaru dan dunia usaha dalam penyelenggaraan program peningkatan kompetensi guru.

Pelatihan diikuti guru dari SD Negeri Gendang Timburu, SD Negeri Buluh Kuning, SD Negeri Mantam, SMP Negeri 1 Sungai Durian, serta SMP Negeri 1 Pamukan Barat.

Materi yang diberikan meliputi pembelajaran inklusif, pendekatan deep learning, serta pemanfaatan media pembelajaran interaktif yang disampaikan oleh empat narasumber sesuai bidang keahlian masing-masing.

Program ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis, sekaligus mendukung pengembangan profesi guru secara berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru, Akhmad Romansyah, didampingi Ketua PGRI Kabupaten Kotabaru, Hawadis Zainubah.

Dalam sambutannya, Akhmad Romansyah menegaskan bahwa peningkatan kompetensi merupakan bagian dari kewajiban profesional guru.

“Setiap guru memiliki kewajiban mengikuti pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran setiap tahun agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia pendidikan. Kami mengapresiasi dukungan PT Pelsart Tambang Kencana yang memfasilitasi penuh kegiatan ini,” ujarnya.

Ketua PGRI Kabupaten Kotabaru, Hawadis Zainubah, menyebut kerja sama tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan profesi guru di Kabupaten Kotabaru.

Menurutnya, untuk pertama kalinya PGRI Kabupaten Kotabaru menggandeng dunia usaha melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat menjangkau lebih banyak sekolah sehingga semakin banyak guru memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensinya,” katanya.

Salah satu narasumber, Ambar Widiyastuti, menilai tantangan guru saat ini bukan hanya menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memahami karakter dan kebutuhan belajar setiap peserta didik.

“Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Guru perlu memahami pembelajaran inklusif agar mampu menciptakan ruang belajar yang memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik untuk berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penerapan media pembelajaran interaktif dan pendekatan deep learning mampu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mendorong partisipasi aktif siswa.

Manager CSR PT Pelsart Tambang Kencana, Septamto L. Inkiriwang, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

“Transformasi industri membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, mampu berpikir kritis, bekerja sama, serta memanfaatkan teknologi. Kompetensi tersebut dibangun sejak berada di ruang kelas. Karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi investasi penting untuk menyiapkan generasi muda yang berdaya saing,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan dunia usaha menjadi pendekatan efektif untuk memperluas akses pelatihan guru, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan.

Hal senada disampaikan Reni Febrianti, guru SMP Negeri 1 Pamukan Barat. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru mengenai strategi pembelajaran modern yang lebih interaktif.

“Suasana belajar menjadi lebih hidup dan menyenangkan dengan penggunaan Interactive Flat Panel. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak guru mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensinya,” katanya.

Melalui program ini, PT Pelsart Tambang Kencana bersama PGRI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kotabaru menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik.

Model kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan dunia usaha ini diharapkan menjadi contoh pengembangan pendidikan berkelanjutan sehingga semakin banyak sekolah di Kabupaten Kotabaru memperoleh akses terhadap pelatihan yang berkualitas.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *