Menengok Aktivitas Peternak Sapi Perah di Desa Tegalrejo

Klik-info
25 Agu 2026 14:40
3 menit membaca

Bertahan dan Berkembang Bersama CSR Indocement Tarjun

KLIK-INFO, KOTABARU – Di tengah cuaca panas ekstrem dan tantangan ketersediaan pakan hijauan, aktivitas peternakan sapi perah di Desa Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, terus berjalan.

Pagi itu, suasana kandang berukuran enam meter dengan empat sekat tampak sibuk. Peternak merawat sapi sebelum melakukan pemerahan susu untuk dipasarkan kepada masyarakat.

Iwanto, pemilik peternakan sapi perah, telah menjalankan usaha susu segar ini sejak 2012. Bertahun-tahun menjalani usaha peternakan bukan perkara mudah. Saat ini, ia memiliki enam ekor sapi, terdiri dari dua jantan, tiga betina, dan satu anakan. Dari tiga sapi betina, satu sedang bunting dan satu lainnya berada dalam masa produksi susu.

“Rata-rata usia sapi kami sekitar enam tahun. Untuk produksi, bisa menghasilkan sekitar 7 sampai 10 liter susu per hari dan dipasarkan di pasar lokal Kotabaru,” ujar Iwanto.

Pada masa kemarau, merawat sapi perah menjadi perhatian khusus, terutama ketika suhu udara meningkat. Menurut Iwanto, kondisi suhu tubuh sapi dapat memengaruhi kenyamanan ternak dan proses produksi susu.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memandikan sapi sebelum pemerahan.

“Antisipasi kami, sebelum pemerahan sapi dimandikan terlebih dahulu untuk mengurangi panas tubuh, apalagi kalau cuaca seperti ini,” katanya.

Selain cuaca, ketersediaan pakan hijauan menjadi tantangan tersendiri. Sebagian besar pakan diperoleh dari kebun. Namun, ketika lahan atau tanaman sedang mendapat perlakuan tertentu, peternak harus mencari alternatif agar kebutuhan pakan tetap terpenuhi.

“Pakan sebagian besar kami ambil dari kebun. Kalau di sana disemprot, tentu kami kekurangan hijauan. Tapi kami tetap bertahan dengan mencari alternatif pakan, salah satunya ampas tahu,” ungkapnya.

Dari hasil peternakan tersebut, Iwanto tidak hanya menjual susu segar. Ia juga mengembangkan susu kemasan untuk menambah nilai jual dengan empat varian rasa, yakni original, cokelat, stroberi, dan melon.

Produk susu tersebut dibuat tanpa perisa dan bahan pengawet. Susu dapat bertahan sekitar empat hari di dalam kulkas dan hingga satu bulan apabila disimpan di freezer. Produksi juga dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan.

Di balik setiap botol susu, ada kerja keras peternak Tegalrejo yang terus berinovasi dan berkembang bersama program pemberdayaan PT Indocement Tarjun.

Di balik setiap botol susu, ada kerja keras peternak Tegalrejo yang terus berinovasi dan berkembang bersama program pemberdayaan PT Indocement Tarjun.

“Kami produksi sesuai permintaan. Jadi bisa menyesuaikan kebutuhan konsumen,” jelas Iwanto.

Bagi masyarakat yang menikmati produknya, segelas susu bukan sekadar minuman. Ada proses panjang mulai dari merawat ternak, menjaga kebersihan kandang, memastikan ketersediaan pakan, hingga mengolah susu menjadi produk siap konsumsi.

Perjalanan usaha Iwanto tidak terlepas dari pendampingan melalui program pemberdayaan masyarakat dan CSR PT Indocement Tarjun. Sejak menjadi UMKM binaan pada 2012, Iwanto mendapatkan berbagai dukungan untuk mengembangkan usahanya.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM. Dukungan tersebut mencakup berbagai kebutuhan usaha, mulai dari penguatan modal hingga pengembangan kemasan produk.

“ITP membina UMKM melalui pelatihan dan bantuan-bantuan, mulai dari modal sampai pengemasan,” tuturnya.

Pendampingan tersebut menjadi contoh bagaimana program Corporate Social Responsibility (CSR) dapat mendorong masyarakat mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan.

Dari kandang sederhana di Desa Tegalrejo, Iwanto bersama keluarganya terus mempertahankan usaha peternakan sapi perah. Berbagai tantangan, mulai dari cuaca panas hingga ketersediaan pakan hijauan, dihadapi sebagai bagian dari perjalanan seorang peternak.

Setiap hari, 7 hingga 10 liter susu segar dihasilkan. Dengan dukungan pembinaan, pelatihan, dan pengembangan usaha, peternakan tersebut tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga menghadirkan produk lokal bernilai tambah bagi masyarakat Kotabaru.

Di balik setiap gelas susu yang sampai ke tangan konsumen, tersimpan cerita tentang kerja keras seorang peternak Desa Tegalrejo yang terus bertahan, berinovasi, dan berkembang bersama program pemberdayaan masyarakat PT Indocement Tarjun.[]

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *