SIGAP PAS Perkuat Kesiapsiagaan Petugas Lapas Kotabaru Hadapi Potensi Bencana

Klik-info
4 Agu 2026 15:48
4 menit membaca

KLIK-INFO, KOTABARU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru resmi mengimplementasikan program SIGAP PAS (Strategi Kesiapsiagaan Kebencanaan di UPT Pemasyarakatan Kalimantan Selatan) melalui rangkaian pelatihan dan simulasi penanggulangan bencana bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotabaru, Selasa (04/08).

Kegiatan yang diikuti seluruh petugas pemasyarakatan serta melibatkan unsur TNI dan Polri ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan dibuka dengan laporan Kepala Lapas Kelas IIA Kotabaru, Doni Handriansyah, yang menyampaikan bahwa implementasi SIGAP PAS merupakan tindak lanjut dari sinergi yang telah terjalin antara Lapas Kotabaru dan BPBD Kabupaten Kotabaru melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Menurutnya, kesiapsiagaan bencana menjadi bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pemasyarakatan yang aman dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membekali seluruh petugas dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kesiapsiagaan merupakan investasi keselamatan yang harus dimiliki setiap petugas agar mampu memberikan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika terjadi kondisi darurat,” ujar Doni.

Selanjutnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotabaru yang diwakili Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Farina Yuliarti, mengapresiasi komitmen Lapas Kotabaru dalam membangun budaya sadar bencana melalui pelatihan yang melibatkan seluruh jajaran.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun melalui peningkatan kapasitas personel dan latihan yang berkesinambungan agar setiap individu memahami peran serta prosedur penanganan saat terjadi bencana.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan yang diwakili Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal, Isnawan, menegaskan bahwa SIGAP PAS merupakan bagian dari penguatan manajemen risiko di lingkungan pemasyarakatan.

“Lapas Kelas IIA Kotabaru menjadi pilot project penerapan SIGAP PAS di Kalimantan Selatan. Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas. Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana datang agar setiap petugas mampu bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi ketika menghadapi situasi darurat,” tegas Isnawan.

 

Sebagai simbol dimulainya implementasi SIGAP PAS, dilakukan pemberian Topi Siaga kepada perwakilan BPBD Kabupaten Kotabaru, dilanjutkan penyematan tanda peserta pelatihan serta pemasangan Topi SIGAP PAS kepada perwakilan peserta sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan.

Usai pembukaan, seluruh peserta menerima materi dari tim BPBD Kabupaten Kotabaru yang membahas konsep dasar kebencanaan, identifikasi potensi risiko di lingkungan kerja, mitigasi bencana, sistem komando penanganan darurat, teknik evakuasi, penggunaan alat pelindung diri, hingga pentingnya komunikasi dan koordinasi lintas instansi saat terjadi keadaan darurat.

Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab sehingga peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai langkah-langkah penanggulangan bencana.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanganan gempa bumi. Saat sirene dibunyikan, seluruh peserta mempraktikkan prosedur penyelamatan diri menggunakan prinsip Drop, Cover, and Hold On, kemudian melakukan evakuasi menuju titik kumpul melalui jalur yang telah ditentukan.

Dalam simulasi tersebut, peserta juga mempraktikkan koordinasi antarpetugas, pelaporan kondisi darurat, hingga pendataan personel sebagai bagian dari prosedur tanggap darurat yang harus dilaksanakan secara cepat dan terukur.

“Materi dan simulasi merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dengan memahami teori dan mempraktikkannya secara langsung, kami berharap setiap petugas memiliki kesiapan yang lebih baik dalam melindungi warga binaan, sesama petugas, maupun aset negara apabila sewaktu-waktu terjadi bencana,” tambah Doni.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan Apel SIGAP PAS yang dipimpin oleh Isnawan. Dalam amanatnya, ia mengapresiasi antusiasme seluruh peserta serta menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Pelatihan ini bukan sekadar memenuhi agenda, tetapi menjadi bekal untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat. Saya berharap seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh hari ini dapat terus diterapkan sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ungkap Isnawan.

Melalui implementasi SIGAP PAS bersama BPBD Kabupaten Kotabaru, Lapas Kelas IIA Kotabaru menegaskan komitmennya dalam memperkuat kompetensi petugas, meningkatkan sinergi dengan instansi terkait, serta membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan guna mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, responsif, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *