KLIK-INFO, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru membuka Bazar Dagang 2026 di Halaman Pasar Limbur Raya Kotabaru, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut sekaligus dirangkai dengan peluncuran aplikasi KEPO (Kebutuhan Pokok) Kotabaru dan peresmian Kios Jukung Pangan.
Bazar yang berlangsung 20–22 Agustus 2026 ini diikuti 49 peserta, terdiri dari SKPD, perbankan, pelaku UMKM, distributor dan agen. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab Kotabaru menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas inflasi.
Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli turut meninjau dan berbelanja di sejumlah stan bazar. Turut hadir Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis, Ketua DPRD Kotabaru Hj. Suwanti, perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Forkopimda, kepala SKPD, perbankan, dunia usaha dan pelaku UMKM.
Kepala Diskoperindag Kotabaru, H. Muhammad Maulidiansyah, mengatakan inflasi Kotabaru pada Juli 2026 tercatat 3,41 persen, membaik dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai 5,25 persen dan 6,46 persen pada Februari.
Menurutnya, kondisi Kotabaru sebagai daerah kepulauan menjadi tantangan tersendiri karena biaya transportasi dan distribusi barang dari luar daerah cukup tinggi.
Sementara itu, aplikasi KEPO dihadirkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, cabai, daging dan ikan. Data tersebut juga dapat membantu pemerintah memantau perkembangan harga di pasar.
Adapun Kios Jukung Pangan ditujukan untuk memperkuat distribusi pangan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir dan perairan. Program hasil sinergi Pemkab Kotabaru dan Bank Indonesia Kalsel ini menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harapan dapat memperpendek rantai distribusi dan menekan biaya angkutan.
Wakil Bupati Kotabaru Syairi Mukhlis menegaskan pengendalian inflasi harus dilakukan melalui langkah konkret, baik dari sisi distribusi maupun peningkatan produksi pangan.
“Ketika produksi pangan kita bagus, insyaallah harga-harga di pasar akan stabil. Ketika produksinya tidak bagus, saya juga yakin harga di pasar akan melambung tinggi,” ujarnya.
Syairi juga menyampaikan rencana pembangunan kembali sejumlah fasilitas pasar yang terdampak kebakaran serta pembangunan Pasar Ikan pada 2027 dengan rencana anggaran sekitar Rp182 miliar melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga.
“Bazar Dagang 2026, launching aplikasi KEPO Kabupaten Kotabaru dan peresmian Kios Jukung Pangan secara resmi saya nyatakan dibuka. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi kita semua dan mampu membantu warga kita,” tutupnya.
Usai pembukaan, Syairi bersama jajaran meninjau stan bazar dan pasar murah sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha sekaligus upaya menjaga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat Kotabaru.
Tidak ada komentar